Subscribe to Blognya Bu Daryanti Subscribe to Blognya Bu Daryanti's comments

Alhamdulillahirobil’alamiin, akhirnya nilai ujian sudah selesai. Mahasiswa sudah bisa mengetahui hasil ujiannya apakah nilainya baik, cukup atau kurang. Namun lebih dari itu, kadang-kadang saya berfikir, sesungguhnya apa sih yang dicari kebanyakan mahasiswa kuliah ?. Sekedar mendapatkan nilai bagus, atau mendapatkan ilmu pengetahuan ?. Nilai bagus itu memang  sangat penting karena prestasi seseorang antara lain ditentukan oleh nilai. Namun nilai yang bagus belum tentu mampu mencerminkan perilaku dan sikap pribadi yang bagus pula. Nilai yang bagus belum tentu mampu menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari selama satu semester. Kadang-kadang lupa pula nama mata kuliah yang pernah diambil.  Apa lagi sama dosennya, waahh sudah lupa !.

Situasi ujian dikelas yang kurang mendukung barang kali menjadi salah satu sebab hasil ujian tidak memuaskan. Bagaimana tidak!!. Mahasiswa sudah tidak lagi “ewuh pekewuh” untuk tengok kiri tengok kanan melihat pekerjaan temannya. Mungkin karena mereka tidak siap ujian/tidak mau belajar, atau memang dosennya tidak jelas dalam memberikan materi kuliah. Padahal belum tentu pekerjaan temannya pasti benar. Ditambah lagi “sistem informasi” yang sangat rapi untuk saling memberikan jawaban soal ujian. Semua ini demi mendapatkan nilai yang bagus.  Hasilnya ?. Jawaban pekerjaan ujian menjadi sama persis dan sama pula salahnya. Maka dicoretlah kedua-duanya, nilai bagus tidak lagi didapat.

Akhirnya dosen mencari cara lain. Ujian dengan memberikan tugas yang bisa dikerjakan dirumah, untuk kemudian diuji secara lesan. Jadi empat kali ujian dalam satu semester menjadi cukup melelahkan bagi dosen karena jumlah mahasiswa yang lebih dari 40 orang. Belum lagi ada mahasiswa yang harus mengulang mengerjakan tugas lagi karena tugas yang dikumpulkan hasil dari “copy paste” milik temannya. Beginilah barang kali situasi ujian selama ini, yang mungkin juga dihadapi oleh dosen lain.

Satu hal lagi yang cukup menjadi perhatian kita. Mungkin karena perkembangan jamankah, mahasiswa mengikuti kuliah sambil SMS-an,  konsultasi skripsi dengan dosen sambil SMS-an, berpakaian layaknya selebritis atau pakaian untuk pergi ke mall (bukan pakaian untuk kuliah), tidak sedikit yang memakai sandal hak tinggi (bukan sepatu), dan dandan didepan kaca sambil megal-megol, bengak-bengok sementara dibelakangnya ada dosen yang sedang duduk. Wah!

Barangkali saya punya harapan yang terlalu muluk terhadap mahasiswa saya yaitu harus “jujur” dan punya toto kromo. Jujur dalam kuliah (tidak titip tanda tangan presensi kuliah, atau dititipi), jujur dalam ujian (tidak nyontek, tirunan, ngepek ) dan jujur dalam mengerjakan tugas (tidak copy paste). Untuk bisa semua itu, ya harus berusaha belajar dengan baik dan giat. Selain itu ya punya etika lah.  Bukankah semua ini untuk mempersiapkan diri menjadi “elit academic” yang jujur, cerdas, berkualitas dan berbudi luhur, tahu sopan santun, unggah ungguh dan totokromo serta bisa saling menghormati dan menghargai sesama. Bukankah semua ini untuk mempersiapkan diri,  “dikemas” sedemikian rupa untuk menjadi penerus generasi yang saat ini lagi memimpin negeri ini ?. Maka jadilah penerus generasi yang masih punya rasa “malu” untuk berbuat dosa. Malu hanya berteriak “mereka tidak jujur, mereka korupsi ! dan sebagainya.

Marilah para mahasiswaku ditahun 2012 ini kita awali dengan niat yang lurus mempersiapkan diri menjadi penerus generasi yang berkualitas, jujur dan berakhlak mulia. Kita mulai dulu dari diri kita sendiri. Jangan pernah ada dosta diantara kita. Semoga.